Rumah Tukang Review
Your place for quality entertainment reviews



Book

November 25, 2011

X-23: Touching Darkness

More articles by »
Written by: Si Tukang Review
Tags: , , ,

Oh my God…

Kelihatannya karakter X-23 sedang naik daun belakangan ini. Kemunculan karakter ini di komik sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2004 sebagai seorang gadis yang dikloning dari genetik cacatnya Wolverine. Semula ia adalah seorang mesin pembunuh yang sempurna, anggap saja seperti seorang Wolverine betina yang tak punya hati nurani. Toh lambat laun sosoknya sebagai penjahat mulai dialihkan ke posisi anti-hero. X-23 perlahan tapi pasti menjadi dekat dengan Wolverine dan anggota-anggota X-Men. Wolverine sendiri tidak ingin X-23 dijadikan bagian dari X-Men, merasa bahwa gadis muda tersebut layak memiliki kehidupan pribadi yang tak pernah ia alami.

Nah tahun 2010 merupakan tahun yang menyenangkan bagi superheroine yang memiliki identitas asli bernama Laura Kinney ini. Karakternya mendapatkan boost popularitas setelah dipastikan tampil dalam game Marvel VS Capcom 3, menyisihkan nama-nama besar mutant lain seperti Cyclops. Tidak hanya itu, X-23 juga mendapatkan serial komik untuk petualangan solonya setelah ia keluar dari grup X-Men! Ditangani oleh penulis wanita Marjorie Liu masih menarikkah petualangan X-23 ini?

Touching Darkness yang saya tulis di sini merupakan story arc ketiga bagi X-23 yang terjadi setelah X-23 bersua (crossover) dengan Daken alias si Dark Wolverine (anak Wolverine? Entah. Kadang kontinuitasnya terlalu ribet sampai saya bingung). Intinya sekarang X-23 ditemani oleh Gambit (yang berposisi ala kakak baginya) mencoba menginvestigasi sebuah gas misterius yang membuat X-23 kehilangan semua perasaan dan mengubahnya menjadi seorang misterius. Sadar bahwa X-23 ternyata masih suka menyakiti diri (karena merasa berdosa akan kelakuannya di masa lampau) maka Gambit memanggil sosok yang dia anggap paling mengerti apa yang dialami X-23, sang Wolverine sendiri.

Logan datang tidak sendiri tetapi membawa rekannya: Jubillee. Banyak orang mengatakan kalau Wolverine adalah mutant paling cool dan ‘jahat’ tetapi sebenarnya Wolverine itu adalah mutant yang paling banyak sidekick mudanya, sebut saja dari Shadowcat (Kitty Pryde), Rogue, X-23, dan Jubilee. Hem… semuanya juga gadis. Apa Wolverine diam-diam pedofil ya? Ehem, anyway, akhirnya keempatnya pun berusaha menginvestigasi siapa yang menyebarkan gas misterius tersebut dan apa efeknya kepada X-23.

Saya rasa Marvel berusaha memposisikan komik ini untuk bacaan para gadis pecinta komik. Tidak hanya X-23 ditulis oleh seorang wanita, ia juga digambar dengan grafis campuran manga shoujo dan shounen oleh artis Jepang Sana Takeda. Saya suka dengan kualitas gambar Sana Takeda yang cukup memperhatikan anatomi muka, karena kebanyakan manga yang saya baca anatomi mukanya kacau (atau istilahnya mata kok kaya piringan UFO). Takeda berusaha menyeimbangkan unsur manga dan juga unsur komik di sini dan ia cukup berhasil. Pewarnaan juga impresif ala warna cat air. Toh sebagai seorang gadis Takeda sepertinya kesulitan menggambar adegan-adegan pertarungan… ia juga menggambarkan hubungan antara Wolverine dan Gambit dengan bromance agak kelewatan sehingga mirip gay. (Saling rebutan bir? HOEK!)

Terlepas dari itu semua, apa yang membuat Touching Darkness paling hidup bukanlah X-23 yang moody dan gloomy melainkan Jubilee yang penuh kehidupan. Saya berharap kalau Jubilee bisa membawa pengaruh baik kepada X-23. Oh ya, saya juga tidak tahu bagaimana tetapi sekarang Jubilee bukan lagi mutant tetapi berubah menjadi vampire. Iya kalian tidak salah baca. Jubilee sekarang hanya bisa berpetualang di malam hari dan perlu minum darah supaya dia tidak mati. Sekali lagi jangan tanya saya bagaimana dan apa yang terjadi, dunia komik X-Men kadang begitu rumit sampai saya tidak tahu perkembangan setiap karakternya.

So my verdict is… sebagai bacaan singkat Touching Darkness merupakan instropeksi diri X-23 yang cukup berhasil dilakukan Marjorlie Liu. Bagi kalian yang ingin komik bacaan yang artworknya agak lain dari biasanya boleh coba membacanya… asal tahan dengan Gambit dan Wolverine bercanda ala gay saja…

Score: 7.0

Graphic Novel Details
Writer: Marjorie Liu
Artist: Sana Takeda
Publisher: Marvel Comics
Volume: 10 – 12



About the Author

Si Tukang Review
Seseorang yang menggemari film, video game, graphic novel, manga, serial TV, dan segala bentuk entertainment (yang dia anggap) berkualitas. Berdomisili di Manila (untuk sekarang) tapi lebih sering hidup di dalam dunia yang diciptakan di otaknya sendiri.




 
 

 
Hugh Jackman Crop

Editorial Desember 2013: Why I Love Hugh Jackman

Saya adalah fans berat dari Hugh Jackman. Bukan Hugh Jackman si aktor tapi Hugh Jackman si manusia. Asal tahu saja walaupun saya sangat menyukainya tak berarti saya sudah menonton semua film-film yang ia perankan. Anyway, Edito...
by Si Tukang Review
4

 
 
2 Guns Crop

2 Guns Guns Down The Smurfs 2 (Box Office 02 – 04 Agustus 2013)

01. 2 Guns, $27.361.000, $27.361.000 02. The Wolverine, $21.725.000, $95.039.000 03. The Smurfs 2, $18.200.000, $27.761.000 04. The Conjuring, $13.660.000, $108.590.000 05. Despicable Me 2, $10.391.000, $326.668.000 06. Grown U...
by Si Tukang Review
2

 
 
Wolverine Crop

The Wolverine Is No Longer Immortal (Box Office 26 – 28 Juli 2013)

01. The Wolverine, $55.000.000, $55.000.000 02. The Conjuring, $22.130.000, $83.866.628 03. Despicable Me 2, $16.000.000, $306.388.585 04. Turbo, $13.325.000, $55.767.998 05. Grown Ups 2, $11.500.000, $101.663.771 06. Red 2, $9...
by Si Tukang Review
0

 

 
 

X-Men: Schism

Apa pula ini Schism dan kenapa ia disebut akan mengguncang fondasi dari dunia para mutant sebagaimana Civil War mengguncang fondasi dari Avengers? Itulah yang ada di benakku saat mendengar Schism diluncurkan sebagai mega-event ...
by Si Tukang Review
0

 



0 Comments


Be the first to comment!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>