Review

Akhirnya dengan ini berakhirlah sudah saga Twilight. Sejak awal kehadirannya di tahun 2008 dulu film Twilight mengejutkan pengamat box office dan kritisi dunia film saat ia mampu menuai sukses besar di pasaran dan meraih total hampir 200 Juta USD. Saya ingat bahwa pada saat itu dunia belum benar-benar terpolarisasi antara membenci dan mencintai franchise satu ini. Baru ketika The Twilight Saga: New Moon memecahkan rekor-rekor Box Office saat itu muncul dua kubu yang sekarang kita kenal sebagai Twi-hard dan Twi-haters. Pertikaian dan adu pendapat antara kedua kubu ini terus berlanjut di entri-entri berikutnya seperti Eclipse dan Breaking Dawn Part 1. Tapi sebagaimana sebuah saga dimulai ia pun harus ditutup. Inilah film kelima dari The Twilight Saga yang akan menutup perjalanan kehidupan dari Bella Swan…

… Lebih tepatnya kehidupan Bella Swan sebenarnya sudah berakhir di penutup Breaking Dawn Part 1 lalu. Setelah terluka karena mengandung anaknya akhirnya Bella meninggal dunia hanya untuk dibangkitkan dalam waktu yang pas menjadi sosok vampir. Menjadi seorang vampir merupakan sensasi yang baru bagi Bella dan butuh waktu untuknya beradaptasi dengan segala kemampuan dan instingnya yang baru. Perubahan tak hanya datang bagi pasangan Bella dan Edward tetapi juga pada Jacob. Setelah mengimprint Renesmee anak dari Bella dan Edward rasa cinta Jacob kepada Bella berubah menjadi sayang (melindungi?) kepada Renesmee. Jujur saja saya merasa itu berbau pedofilia tetapi ah ini dari sebuah franchise yang jualan utamanya aja vampire stalker jadi apa mau dikata?

The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 Poster

Renesmee tentu saja bukan seorang bayi biasa karena lahir dari persilangan seorang vampir dan manusia. Ia dengan cepat tumbuh dewasa dan ditakuti merupakan seorang anak yang terkutuk. Keberadaan anak terkutuk adalah sesuatu yang tabu bagi kaum Volturi sehingga kaum ningrat vampir di bawah pimpinan Aro itu memutuskan untuk mendatangi Renesmee – sekaligus menghabisi Edward, Bella, dan siapapun yang berani menghadang langkahnya. Keluarga Carlyle yang melindungi Bella pun tentu saja tidak tinggal diam. Mereka mengumpulkan sekutu-sekutu vampir mereka dari berbagai belahan dunia dan para werewolf. Perang untuk melindungi Renesmee sepertinya tak terelakkan lagi…

Pembagian Breaking Dawn menjadi dua bagian sebenarnya tidaklah perlu kalau bukan dari segi komersial. Jalan cerita dari novelnya sendiri rasanya bisa dibagi dalam standar tiga act film. Taruh saja act pertama sebagai masa pernikahan dan bulan madu bagi Edward dan Bella, act kedua adalah saat kelahiran Renesmee dan transisi Bella menjadi vampir, sementara klimaks adalah bagaimana Volturi mengendus keberadaan Renesmee yang berujung pada klimaks duel keluarga Carlisle dan Volturi. Karena dibagi menjadi dua film dengan total waktu melebihi empat jam praktis ada banyak adegan yang semestinya bisa dipercepat dilambat-lambatkan dan ini melukai pacing dari film ini.

Adu pancho?

Bill Condon juga memperkenalkan banyak jenis vampir baru dalam film kali ini. Rupanya vampir-vampir di dunia Twilight tidak sekedar berkilau apabila mereka diterpa sinar matahari tetapi ada yang bisa mengendalikan elemen juga ada yang bisa melistriki musuh. Sayangnya karena waktu yang terbatas dalam dua jam, penonton kurang bisa mengenali mereka satu demi satu. Praktis dari wajah baru yang ditampilkan hanya dua atau tiga saja yang mengena bagiku (sebagai orang yang tak pernah membaca novel Twilight sama sekali). Sebaliknya kemunculan banyak wajah baru ini malahan memotong durasi tayang keluarga Carlisle yang sebenarnya sudah kita kenal sejak film pertamanya dulu.

Amazonian Vampires… Now I've seen everything…

Akting dari trio Kristen Stewart, Robert Pattinson, dan Taylor Lautner menunjukkan peningkatan dari seri-seri sebelumnya apabila mereka beradu akting satu sama lain akan tetapi ketiga artis ini – terutama Kristin Stewart – masih kesulitan berakting bila dipadukan dengan artis baru. Ambil contoh saat di mana Stewart beradu akting dengan Mackenzie Foy yang berperan sebagai anaknya… duh, sama sekali tidak terasa greget kasih sayang ibu-anaknya. Di lain sisi penampilan aktor senior seperti Michael Sheen sebagai Aro dan Peter Facinelli sebagai Carlisle malah sanggup mencuri perhatianku dengan kematangan akting mereka. Penampilan artis muda berbakat lain: Dakota Fanning sayangnya kurang ditunjang oleh skrip sehingga ia tak banyak berperan di film terakhir ini.

So my verdict is… apakah film penutup The Twilight Saga juga merupakan yang terbaik? Jawabannya adalah tidak. Bagi saya film terbaik dari saga para vampir ini adalah Eclipse yang menawarkan balance yang pas antara ketegangan dan drama di dalamnya. Toh terlepas dari semua kekurangan tadi Breaking Dawn Part 2 masih merupakan penutup yang bisa memuaskan para penggemar fanatik serial ini.

Score: B-



About the Author

Si Tukang Review
Seseorang yang menggemari film, video game, graphic novel, manga, serial TV, dan segala bentuk entertainment (yang dia anggap) berkualitas. Berdomisili di Manila (untuk sekarang) tapi lebih sering hidup di dalam dunia yang diciptakan di otaknya sendiri.